Redaksi 1 – Kamis, 20 Safar 1434 H / 3 Januari 2013 06:07 WIB
“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi)
-Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda:
“Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhoilah dia, maka Allah meridhoinya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (HR. Tirmidzi, hadits hasan {2916}, Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih)
Dalam
rangka menghafal Al Quran, banyak metode yang yang kita ketahui.
Berbagai metode tersebut tentunya baik karena telah diuji coba oleh
penemu/pengajarnya kepada beberapa orang dan komunitas. Dan salah satu
metode lain untuk menghafal Al Quran adalah metode Kauny Quantum Memory
yang dipelopori oleh Ust. Bobby Herwibowo. Beliau adalah alumni Fakultas
Syariah Universitas Al Azhar, Cairo Mesir. Apakah ada teknik tersendiri
dalam menghafal Alquran? Seperti apa? Kita tentunya tidak lepas
dipeintahkan dari aktivitas menghafal Alquran. kita mengaku mengalami
kesulitan untuk menghafal hal-hal penting dalam kandungan Alquran.
Itulah masalahnya, kebanyakan dari kita, cenderung menggunakan hanya
otak kiri dalam mengingat. Padahal, otak kiri itu sifatnya Short Term
Memory, Sedangkan, otak kanan yang bersifat long term memory justru
jarang digunakan.
Kunci utama metode ingatan ini terletak pada
optimalisasi kerjasama antara otak kiri dan otak kanan. Namun metode ini
lebih diprioritaskan pemaksimalan pada otak kanan . Seperti diketahui,
otak kiri menangani hal-hal yang berhubungan dengan
logika,tulisan,angka,hingga urutan, dan analisis. Adapun otak kanan
lebih berperan dalam menciptakan imajinasi,warna,bunyi, kreativitas
,emosi, dan bentuk. Ust. Bobby Herwibowo kemudian membuat pemaparan
mengenai metode mengahafal quran tidak dengan berpikir logis dan
mengahafal dengan biasa, namun bagaimana menghafal ayat-ayat Alquran
dengan gambar ilustrasi, pada setiap ayat yang dibacakan dibantu dengan
gerak gesture tubuh, kemudian pengunaan kata-kata kunci pada saat
membaca ayat sehingga kita mudah terekam dikepala kita. metode tersebut
merekam apa yang diucapakan, didengarkan, digerakan, dan dilihat.
sehingga ada bagian memory yang tersimpan melalui metode kauny. jadi
tidak heran jika banyak dari mereka hafidz tanpa mereka sadar.
mengupas
soal menghafal ayat Alquran berupa gambar illustrasi, atau anatomi
tubuh, hingga kosa kata asing. Bagaimana cara kerja metode ini? Yakni
dengan mengubah informasi yang diterima otak kiri agar dapat
diterjemahkan otak. Buat kalimat yang unik dan lucu agar makin mudah
diingat otak.
Ust. Bobby Herwibowo mencontohkan, untuk mengingat kata
dalam bahasa arab, bisa menggunakan bentuk plesetan. Seperti Rodja dalam
bahasa Arab berarti di harapan, menjadi Rujak. Kemudian tinggal
menghubungkan kata yang telah diubah tersebut, ke dalam sebuah cerita
dan visualisasikan kalimat itu atau disebut phonemic technique.
hal ini
memudahkan kegiatan menghafal Alquran, ujar Ust. Bobby Herwibowo.
asalkan sudah tahu tekniknya maka tinggal mengubah informasi yang
diterima otak kiri menjadi ke otak kanan dengan bahasa yang
menyenangkan. Karena itu semestinya setiap muslim benar-benar memiliki
keinginan untuk mempelajari dan menghafal Al Quran serta meyakini bahwa
ia mampu untuk menghafal Quran dengan pertolongan Allah. Sehingga akan
timbul rasa semangat dan pikiran yang positif dalam dirinya untuk
menghafal Al Quran. Metode Kauny Quantum Memory ini tidak hanya berguna
bagi anak muda saja namun juga orang dewasa bahkan orang tua.
-DYP- (pks pariaman selatan)
-Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda:
“Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhoilah dia, maka Allah meridhoinya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (HR. Tirmidzi, hadits hasan {2916}, Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar